Reksadana dan Aturan Hukumnya yang Wajib Anda Ketahui

Investasi menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan masa depan misalnya lewat reksadana yang bisa dipilih berdasarkan dengan jangka waktu Anda ingin untuk berinvestasi misalnya untuk investasi jangka panjang minimal 5 tahun. Berdasarkan pada UU No.8 th 1995 yang mengatur mengenai pasar modal, investasi tersebut memiliki arti yang intinya adalah wadah untuk menghimpun dana yang berasal dari masyarakat pemodal atau investor yang nantinya diinvestasikan ke portofolio efek oleh MI atau manajer investasi.

Investasi yang kini bahkan sudah bisa dibeli ataupun dijual dengan mudah di toko online terpercaya yang menyediakan fitur investasi tersebut memerlukan MI atau manajer investasi yang berguna untuk mengelola dan mengatur dana dari para investor. Sedangkan yang dimaksud dengan portofolio efek merupakan kumpulan efek dari perorangan, usaha bersama, perusahaan, asosiasi atau milik kelompok yang terorganisir yang berupa surat berharga misalnya saham, obligasi, tanda bukti hutang, surat pengukuran hutang ataupun surat berharga komersial.

Investasi yang menggunakan jasa MI untuk pengelola portofolio efek nasabah, juga menggunakan pihak yang disebut dengan kustodian. Kustodian merupakan pihak yang memberikan suatu jasa penitipan efek ataupun harga lainnya yang berkaitan dengan efek dan jasa lain misalnya menerima deviden, menyelesaikan transaksi, menerima bunga dan hak lain serta mewakili pemegang rekening nasabah sesuai dengan pasa 1 angka 8 UUPM.

Berdasarkan pada bentuk hukum reksadana yaitu UU pasar modal No. 8 tahun 1995 pasal 18 ayat 1, terdapat 2 bentuk hukumnya yaitu perseroan terbatas atau PT dan kontrak investasi kolektif atau KIK. Pertama adalah perseroan baik yang termasuk perseoran terbuka ataupun tertutup. Investasi jenis tersebut diatur dalam UUPM pasal 18 ayat 2 dan pengaturan selanjutnya diatur di dalam peraturan IV.A.3 Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-13/PM/2002. Selain itu, jenis bentuk hukum investasi tersebut juga diatur dalam Peraturan IV.A.4 – keputusan Ketua Bapepam No. 14/PM/2002.

Perseroan ini biasanya berbentuk PT. Dana yang disetorkan investor atau pemodal ke jenis bentuk investasi ini terbagi ke dalam saham-saham dan karakteristik utamanya adalah berbentuk badan hukum sehingga tanggung jawab hukum ada di dalam Direksi dari PT tersebut. Jika nantinya investor tersebut berkeinginan untuk menarik dana di investasi ini di jenis perseoran yang tertutup maka bisa menjual sahamnya kembali ke MI. Sedangkan jenis yang terbuka bisa menjual sahamnya ke agen yang sudah ditunjuk oleh MI ataupun lewat bank kustodian.

Kedua adalah jenis Kontrak Investasi Kolektif atau KIK. Jenis investasi ini mengacu pada pasal 18 ayat 1 huruf b UUPM (undang-undang pasar modal). KIK ini adalah kontrak yang terjadi antara MI dan bank kustodian yang mengikat antara pemegang unit penyertaan dimana MI diberi suatu wewenang untuk pengelolaan portofolio investasi kolektif sedangkan bank kustodian sendiri memiliki wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.

Jenis reksadana KIK ini diatur di Peraturan No. IV.B.1 – Keputusan Bapepam – LK No. KEP-552/BL/2010, Peraturan No. IV.B.2 – keputusan Bapepam-LK No. KEP-553/BL/2010. Jenis bentuk hukum investasi KIK ini menghimpun dana dengan cara menerbitkan Unit penyertaan ke masyarakat pemodal atau investor dan nantinya dana itu akan diinvestasikan ke berbagai jenis efek yang ada di pasar modal dan pasar uang. Jenis investasi yang dikelola MI ini berbeda dengan jenis yang perseoran sebab dana yang telah disetorkan investor akan terbagi ke unit penyertaan yang mempunyai nominal tertentu untuk perlembarnya. Jika ingin menarik dana investasi, maka investor bisa menjual unit penyertaan ke agen penjual efek yang ditunjuk MI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *